LANGKAH LANGKAH MENDAPATKAN BEASISWA KE AMERIKA

ANDHIKA SAHADEWA: “LANGKAH-LANGKAH DAPETIN BEASISWA KE AMERIKA”

Banyak mahasiswa Indonesia yang berkeinginan untuk melanjutkan belajar di perguruan tinggi Amerika. Sayangnya, tidak mudah bagi kebanyakan mahasiswa Indonesia untuk mendapat kesempatan belajar di Amerika. Hal ini bisa saja terjadi hanya karena ketidaktahuan mereka untuk meraih kesempatan tersebut.

Alhamdulillah, aku beruntung mempunyai teman yang mau berbagi informasi mengenai cara untuk sekolah pasca sarjana di Amerika. Bahkan, dia memberi tahu cara dan saran supaya bisa sekolah gratis di sana. Sekarang, giliranku untuk menceritakan langkah perjuangan yang mesti kita tempuh untuk bisa kuliah gratis di Amerika kepada teman – teman semua. Tulisan ini juga dapat digunakan oleh teman – teman yang sudah memiliki dana pribadi, beasiswa, atau sponsor agar bisa diterima di perguruan tinggi Amerika. Teman – teman yang sedang menyelesaikan S1 juga bisa menggunakan tulisan ini sebagai persiapan untuk melanjutkan belajar di Amerika. Selain itu, cara dan saran yang aku tuliskan di sini juga dapat diterapkan oleh teman – teman yang ingin melanjutkan sekolah ke negara selain Amerika. Semoga tulisan – tulisan ini bisa menjadi perjalanan awal teman – teman untuk pada akhirnya dapat melanjutkan sekolah di luar negeri, khususnya Amerika…aamiin!

Financial Support

Salah satu cara agar kita bisa kuliah pasca sarjana gratis di Amerika adalah melalui bantuan keuangan (financial support) dari pihak pemberi beasiswa, seperti Fullbright, Bank ADB, tempat kerja kita, atau program beasiswa lainnya.

Di Indonesia, pemberi beasiswa tampaknya menganakemaskan beberapa disiplin ilmu tertentu sehingga mahasiswa dari bidang lainnya cenderung lebih susah untuk memperoleh beasiswa tersebut. Namun, teman – teman tetap aku sarankan untuk mencoba mengikuti seleksi program beasiswa. Silahkan teman – teman kunjungi AMINEF di http://www.aminef.or.id/aminef.php. AMINEF merupakan badan yang mengurusi beasiswaFullbright. Biasanya, deadline pendaftaran beasiswa Fullbright adalah pada bulan April atau Mei.

Bagi teman – teman yang sudah menjadi dosen PTN maupun PTS juga dapat mencoba melamar program “Beasiswa Studi ke Luar Negeri” yang diselenggarakan oleh DIKTI. Sejak tahun 2008, DIKTI menawarkan beasiswa ini kepada dosen – dosen yang sudah diterima di perguruan tinggi maupun sedang belajar di luar negeri. Informasi lebih lanjut tentang beasiswa ini dapat dilihat di http://ditnaga-dikti.org/ditnaga/.

Cara sekolah gratis di Amerika yang akan dibahas secara detil di sini berkaitan dengan financial support dari pihak perguruan tinggi. Secara umum, financial support dari pihak perguruan tinggi dapat diperoleh melalui tiga kategori, yaitu fellowship, graduate research assistant, dan graduate teaching assistant. Fellowship merupakan beasiswa murni yang sangat kompetitif perebutannya. Sementara itu, graduate research assistant ataupungraduate teaching assistant merupakan jabatan dimana kita diwajibkan untuk bekerja sebagai asisten peneliti ataupun pengajar untuk mendapatkan uang saku (stipend) dari perguruan tinggi.

Salah satu keuntungan jika kita mendapat salah satu dari financial support tersebut, kita dapat terbebas dari kewajiban membayar SPP, biaya sekolah lainnya, dan bahkan biaya asuransi kesehatan. Dengan demikian, boleh dibilang bahwa kita bisa sekolah gratis di Amerika bila mendapat financial support tersebut.

Ada beberapa status hasil lamaran jika mendaftar ke perguruan tinggi Amerika. Pertama, status hasil lamaran terbaik adalah kita diterima dan mendapat financial support. Status berikutnya adalah kita diterima tanpafinancial support. Terakhir, status terburuk adalah kita tidak diterima di perguruan tinggi tersebut. Dalam tulisan ini, aku fokus untuk menyampaikan langkah –langkah yang mesti teman – teman lakukan untuk dapat memperoleh status diterima dan mendapat financial support. Status lamaran diterima tanpa financial support pun tetaplah menjadi peluang yang bagus jika teman – teman memiliki uang untuk biaya kuliah dan hidup setidaknya untuk tahun pertama. Selanjutnya, teman – teman usahakan untuk berprestasi pada semester pertama agar bisa memperoleh fellowship, posisi research assistant, ataupun jabatan teaching assistant di semester – semester selanjutnya.

Pilih-Pilih Sekolah

Pertama–tama, kita mesti cari dulu perguruan tinggi Amerika yang menjadi target kita. Teman–teman bisa mendapat berbagai informasi tentang perguruan tinggi Amerika di http://grad-schools.usnews.rankingsandreviews.com/grad. Website ini tidak hanya memberi informasi tentang peringkat perguruan tinggi Amerika, tapi juga memberi informasi tentang biaya kuliah, presentase kemungkinan kita diterima, link untuk mendaftar ke berbagai perguruan tinggi, dan berbagai infomasi lainnya.

Website di atas juga memberi informasi mengenai peringkat perguruan tinggi berdasarkan jurusan. Dengan demikian, kita bisa tahu perguruan tinggi Amerika yang

terbaik di bidang Teknik Kimia, misalnya. Jangan cuma naksir satu perguruan tinggi, naksirlah sebanyak–banyaknya agar peluang kita semakin besar. Dalam hal ini, kita bisa mendaftar ke berbagai perguruan tinggi yang berbeda untuk memperbesar peluang kita. Jangan lupa untuk mendaftar juga ke perguruan tinggi yang kita yakini kita dapat diterima.

Selanjutnya, kita bisa mengunjungi website perguruan tinggi yang diincar. Sebaiknya kita langsung ke website department atau jurusan dari perguruan tinggi tersebut. Alamat website jurusan bisa dicari menggunakan Google. Misalnya, kita bisa masukkan keyword “Mechanical Engineering Stanford” jika kita mengincar Teknik Mesin di Stanford University. Dari website jurusan tersebut, kita bisa mendapatkan berbagai informasi. Untuk mencari informasi pendaftaran, kita bisa masuk ke bagian “Prospective Student” maupun ”Admission”. Dengan demikian, kita bisa mengetahui cara untuk mendaftar, persyaratan–persyaratan yang dibutuhkan, dan deadlinepengumpulan materi syarat–syarat pendaftaran. Di website jurusan, kita juga bisa memperoleh informasi contact person profesor–profesor dan minat penelitian mereka. Biasanya, kita dapat memperoleh informasi tersebut dengan cara mengklik bagian “Faculty” ataupun “People”.

Setelah mencari informasi syarat pendaftaran dari setiap perguruan tinggi, pasti kita sadar bahwa secara umum persyaratan untuk mahasiswa Indonesia/International adalah sebagai berikut:

  1. GPA transcript;
  2. Nilai TOEFL (Paper-based Test [PBT] atau Internet-based Test [IBT]) atau IELTS;
  3. Nilai Graduate Record Examination (GRE) general test untuk jurusan teknik, jurusan sains, dan jurusan sosial. Nilai Graduate Management Admission Test (GMAT) atau GRE general test untuk sekolah bisnis/ekonomi. Nilai Medical College Admission Test (MCAT) untuk sekolah kedokteran umum. NilaiDental Admission Test (DAT) untuk sekolah kedoketeran gigi. Nilai Law School Admission Test (LSAT)untuk sekolah hukum. Nilai Pharmacy College Admission Test (PCAT) untuk sekolah farmasi;
  4. Statement of purpose;
  5. Personal history statement;
  6. Recommendation letter (surat rekomendasi) online-based atau paper-based;
  7. Interview sebagai persyaratan dari beberapa sekolah bisnis di Amerika.

Syarat – syarat di atas bakal dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi komite penerimaan (admission committee). Dalam bagian “Dokumen Aplikasi Pendaftaran” aku bakal bahas satu persatu mengenai syarat – syarat di atas.

Pendaftaran

Departement atau jurusan biasanya membuka pendaftaran dua kali dalam setahun. Pertama, pendaftaran untuk semester ganjil atau fall (kuliah dimulai bulan Agustus atau September). Kedua, pendaftaran untuk semester genap atau spring (kuliah dimulai sekitar bulan Januari atau Februari). Deadline pendaftaran fall biasanya pada bulan Desember atau Januari sedangkan untuk spring adalah sekitar bulan September. Deadline setiap jurusan dalam satu perguruan tinggi bisa berbeda – beda. Sebaiknya, teman– teman cari tahu informasi mengenai deadline pendaftaran terlebih dahulu supaya pendaftaran dapat dipersiapkan dengan baik. Sebagai gambaran, jika kita ingin mulai kuliah di fall 2009 maka paling lambat kita mesti sudah memiliki semua persyaratan yang dibutuhkan di bulan Desember 2008.
Selain fall dan spring, perguruan tinggi Amerika juga membuka program atau kelas di summer yang bertepatan dengan pelaksanaan semester pendek di Indonesia. Kegiatan di summer biasanya adalah program pertukaran pelajar maupun kelas–kelas mata kuliah tertentu. Kegiatan tersebut biasanya membutuhkan biaya yang relatif mahal daripada fall dan spring.
Pendaftaran ke perguruan tinggi Amerika dapat dilakukan secara paper-based dan online. Aku sarankan teman – teman untuk mendaftar secara online karena lebih praktis dan hemat. Link ke online application bisa diperoleh dari website jurusan tersebut di bagian “Prospective Student” maupun ”Admission”. Selain itu, kita juga bisa mendapatkan link online application melalui http://gradschools.usnews.rankingsandreviews.com/grad dengan terlebih dahulu mengklik nama perguruan tinggi yang kita inginkan.
Online application mengharuskan kita untuk membuat sebuah akun. Jika sudah memiliki akun maka kita dapatlog in ke halaman pendaftaran. Umumnya, dalam halaman tersebut terdapat berbagai pertanyaan yang mesti kita isi, seperti data–data pribadi kita, nama perguruan tinggi dan GPA kita sebelumnya, maupun nilai–nilaistandardized test (TOEFL, IELTS, GRE, GMAT, MCAT, DAT, LSAT, dan PCAT).
Melalui halaman pendaftaran, kita juga dapat meng-upload essay statement of purpose, curriculum vitae, dan informasi lainnya. Selain itu, melalui online application, kita bisa mengirimkan permintaan online recommendationkepada orang – orang yang kita pilih. Jika kita tidak bisa mengisi semua pertanyaan dalam satu waktu maka kita dapat sign out dan melanjutkannya di lain waktu. Apabila semua pertanyaan dalam halaman online applicationsudah terjawab dan informasi yang diminta sudah ter-upload maka kita bisa submit aplikasi lamaran kita.
Dalam proses submit, kita akan diberi tahu cara pembayaran biaya pendaftaran. Salah satu cara yang paling sering ditawarkan adalah pembayaran menggunakan credit card dan debit card. Umumnya, biaya pendaftaran biasanya berkisar antara $ 40 sampai dengan $ 90.

Dokumen Aplikasi Pendaftaran

1. GPA Transcript

GPA atau IPK merupakan parameter yang digunakan oleh admission committee untuk mengetahui catatan akademik pelamar dari perguruan tingginya yang lalu. Jika memungkinkan, data dalam transkrip ini juga digunakan untuk mengetahui rangking kelas (class rank) dari pelamar. Secara umum, sebagian besar perguruan tinggi di Amerika menyaratkan pelamar untuk memiliki GPA minimal 3,00 dalam skala maksimum 4,00. Jika GPA S1 teman – teman di bawah 3,00 dan ingin sekolah di perguruan tinggi top Amerika, aku sarankan untuk mengambil S2 di Indonesia dan usahakan untuk memperoleh GPA yang tinggi dan selanjutnya mengambil S2 lagi atau S3 di Amerika. Beberapa perguruan tinggi masih memperbolehkan pelamar yang memiliki GPA di bawah 3,00 untuk mendaftar. Dalam hal ini, pelamar akan memperoleh provisional status jika pelamar tersebut diterima. Silahkan teman–teman mencari informasi tentang GPA ini lebih lengkap di website department dari perguruan tinggi yang diminati.

Sebenarnya, perguruan tinggi Amerika meminta agar pihak perguruan tinggi Indonesia mengirimkan transkrip kita secara langsung. Jika hal ini tidak memungkinkan, kita bisa meminta TU untuk memberikan transkrip terlegalisir dan stempel cap segel perguruan tinggi dan paraf pegawai TU pemberi stempel cap pada setiap lipatan penutup amplop. Selanjutnya, kita dapat mengirim transkrip tersebut ke perguruan tinggi Amerika yang diminati melalui jasa pos. Peluang untuk memperoleh financial support sejak semester pertama akan menjadi lebih besar jika class rank kita termasuk dalam top 5 % di angkatan kita.

Perlu kita ketahui bahwa GPA 3,78 yang sudah sangat tinggi di Indonesia bisa menjadi GPA yang biasa–biasa saja di Amerika. Dengan demikian, kita perlu menunjukan kepada admission committee bahwa GPA tersebut tinggi. Jika class rank kita tinggi dan perguruan tinggi kita di Indonesia mau memberikan informasi tertulis mengenai class rank kita, aku sarankan untuk menyertakan informasi ini dalam lamaran. Sepengetahuanku, informasi tertulis mengenai class rank ini bisa kita minta dari kantor Tata Usaha (TU) jurusan. Namun, jika pihak perguruan tinggi tidak bisa memberikannya, kita bisa menyertakan informasi ini pada bagian recommendationletter dari dosen kita (silahkan baca bagian “Persiapkan Essay Letter of Recommendation Terbaik”).

Jangan khawatir jika GPA dan class rank teman–teman apa adanya. InsyaAllah, masih ada kesempatan besar bagi teman–teman untuk bisa kuliah gratis di Amerika. GPA bukanlah satu – satunya faktor penentu acceptancedan pemberian financial support. Masih banyak hal lain yang dipertimbangkan oleh admission commite untuk menerima ataupun menolak lamaran teman – teman. Pertimbangan lain tersebut adalah, nilai standardized test, surat rekomendasi, dan PDKT kita kepada profesor di Amerika. Untuk mendapatkan informasi tersebut, silahkan teman–teman baca bagian–bagian selanjutnya.

2. TOEFL dan IELTS

TOEFL dan IELTS merupakan syarat tambahan untuk mengevaluasi kemampuan berbahasa Inggris bagi pelamar yang bukan native English. Namun demikian, umumnya seorang pelamar tidak perlu mengikuti TOEFL atau IELTS jika dia sebelumnya lulus dari perguruan tinggi yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. TOEFL biasanya diminta oleh perguruan tinggi yang berbasis Amerika Serikat sedangkan IELTS umumnya diminta oleh perguruan tinggi yang berbasis Inggris dan commonwealth-nya (Australia, New Zealand, dan sebagainya). Namun, ada juga perguruan tinggi yang mau menerima TOEFL maupun IELTS. Pada kesempatan ini, aku hanya akan berbicara mengenai TOEFL saja.

Saat ini ETS (www.ets.org), badan penyelenggara TOEFL International, menawarkan dua pilihan TOEFL yaituPaper-based Test (PBT) dan Internet-based Test (IBT). Umumnya, beberbagai perguruan tinggi di Amerika masih mau menerima kedua jenis TOEFL tersebut.

PBT terdiri dari 3 bagian utama, yaitu listening, structure, dan reading ditambah bagian tambahan berupa Test of Written English (TWE). Nilai rata–rata dari 3 bagian utama tersebut merupakan nilai TOEFL asli dengan skala 310 – 677 sedangkan nilai TWE yang memiliki skala 0 – 6 akan disampaikan secara terpisah.

Selanjutnya, IBT atau next generation TOEFL memiliki 4 bagian utama yaitu reading, listening, writing, danspeaking. Masing – masing bagian memiliki skala nilai 0– 30 sehingga skala total nilai TOEFL IBT adalah 0–120. Setiap jurusan dan perguruan tinggi memberikan syarat nilai minimum TOEFL yang berbeda–beda.

Bagi orang Indonesia yang jarang berbicara bahasa Inggris, PBT dapat menjadi pilihan yang lebih baik karena TOEFL jenis ini tidak meliputi tes speaking. Setahuku, PBT diadakan sebanyak 6 kali dalam setahun. Namun, sepertinya sekarang ini ETS hanya menawarkan TOEFL IBT di Indonesia. Dengan demikian, kemungkinan untuk saat ini TOEFL IBT menjadi satu – satunya pilihan. Keuntungan memilih TOEFL IBT ini adalah bahwa kita tidak diharuskan untuk mempelajari structure bahasa Inggris secara mendalam karena tidak ada bagian structuredalam TOEFL jenis ini. Namun jika teman – teman lebih memilih TOEFL PBT, silahkan teman – teman kunjungi website ETS sekitar bulan Juni untuk mendapatkan jadwal TOEFL PBT.

Jika kita mengikuti TOEFL International maka ETS akan memberikan tawaran kepada kita untuk menentukan 4 perguruan tinggi yang akan menerima hasil TOEFL kita. Sebagian besar perguruan tinggi Amerika hanya mau mengakui nilai TOEFL kita melalui surat resmi yang dikirim langsung oleh ETS ke perguruan tinggi tersebut. Jika kita mendaftar ke 6 perguruan tinggi, kita bisa meminta ETS untuk mengirimkan hasil TOEFL ke 2 perguruan tinggi lainnya dengan biaya tambahan. Informasi pendaftaran tes ini dapat diperoleh melalui website ETS. Saat tulisan ini aku buat (Maret 2009), biaya TOEFL sebesar $ 150 (PBT) dan $ 170 (IBT). Karena tes ini relatif mahal maka persiapkan diri sebaik–baiknya. Untuk persiapan TOEFL PBT, aku sarankan teman–teman untuk menggunakan buku Cliffs TOEFL Preparation Guide karangan Pyle dan Page.

3. GRE, GMAT, MCAT, DAT, LSAT, DAN PCAT

Tes GRE, GMAT, MCAT, DAT, LSAT, dan PCAT merupakan tes standard yang digunakan oleh admission committee untuk membandingkan kemapuan potensi akademik dari setiap pelamar. Tes ini penting karena GPA kurang sesuai untuk digunakan sebagai pembanding antar pelamar yang berasal dari perguruan tinggi yang berbeda–beda. Aku hanya akan membahas GRE saja dalam kesempatan ini.

Secara umum, tes GRE saat ini (Maret 2009) dapat dibedakan menjadi general test dan subject test. General test meliputi ujian analytical writing (skala 0 – 6), quantitative (skala 0 – 800), dan verbal (skala 0 – 800). Sementara itu, subject test ini berisi ujian khusus untuk jurusan tertentu, seperti subject test kimia, subject testmusik, dan sebagainya. Umumnya, pelamar jurusan teknik hanya memerlukan general test saja. Sebagian besar perguruan tinggi Amerika tidak menetapkan nilai minimum GRE dalam persyaratan pendaftaran. Namun demikian, nilai GRE yang tinggi khususnya akan sangat membantu teman – teman yang memiliki GPA kurang tinggi.

Bagian yang paling sulit dari general test adalah ujian verbal. Kita bakal berhadapan dengan kata – kata aneh yang bahkan kurang popular dalam masyarakat native English sekalipun. Ujian verbal ini merupakan ujian pilihan ganda yang meliputi bagian reading, sentence completion, antonym dan analogy. Bagian reading ini susah sekali karena kalimatnya panjang–panjang dan terdapat banyak kata–kata yang asing. Sentence completion ini serupa dengan pelajaran mengisi titik-titik dalam pelajaran bahasa Indonesia di SD. Namun, tetap saja bagian ini juga susah sekali karena kita sulit untuk memahami tulisan yang diberikan. Selanjutnya, bagian antonymmenyajikan kata yang mesti kita cari lawannya dalam pilihan ganda. Terakhir, bagian analogy memberikan 2 kata yang mesti kita cari hubungannya. Jika kita telah menemukan hubungannya, maka kita dapat memilih 2 pasang kata dalam pilihan berganda yang memiliki hubungan yang sama seperti hubungan 2 kata yang ditanyakan. Bagian quantitative dari general test ini insyaAllah akan sangat lebih mudah dikerjakan daripada bagain verbal. Dengan kemampuan matematika dasar, aku pikir insyaAllah akan mudah bagi kita untuk memperoleh skor sempurna.

ETS sebagai penyelenggara GRE akan memberikan tawaran kepada kita untuk menentukan 4 perguruan tinggi yang akan menerima hasil GRE kita. Sebagian besar perguruan tinggi Amerika hanya mau menerima nilai GRE resmi yang dikirim dari ETS langsung ke perguruan tinggi tersebut. Informasi pendaftaran GRE dapat diperoleh melalui website ETS. Untuk saat ini (Maret 2009) biaya GRE relatif mahal, yaitu sebesar $ 170. Jika hasil GRE kita kurang memuaskan maka kita dapat mengambil tes ini lagi. Dalam sebulan kita diperbolehkan mengikuti tes ini satu kali. Sebagai catatan tambahan, sekarang (Maret 2009) ETS sedang mengkaji untuk menambah beberapa tipe soal baru dalam general test.

4. Statement of Purpose

Statement of purpose merupakan esei yang menceritakan tujuan yang ingin kita raih dengan sekolah di perguruan tinggi yang kita inginkan. Secara umum, isi dari esei dapat berupa perjalanan hidup kita dalam bidang akademik di perguruan tinggi, alasan kita tertarik pada perguruan tinggi yang kita dambakan, minat riset kita,paper dan karya tulisan kita, dan tujuan yang ingin kita capai sekaligus persiapan kita untuk mencapai tujuan tersebut. Jika teman–teman sudah bekerja, maka pengalaman bekerja juga dapat menjadi nilai lebih untuk dituliskan di esei ini.

5. Personal History Statement

Selain meminta esei statement of purpose, beberapa perguruan tinggi juga meminta esei personal history statement sebagai salah satu syarat pendaftaran. Dalam personal history statement, kita dapat bercerita mengenai latar belakang dan pengalaman hidup kita, meliputi budaya, pendidikan, keuangan, serta hal – hal lainnya, yang memotivasi kita untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang kita dambakan.

6. Recommendation Letter

Admission committee menggunakan recommendation letter sebagai salah satu kriteria penentuan dalam seleksi mahasiswa. Recommendation letter dapat dibuat oleh 2 – 3 orang, yaitu dosen ataupun atasan kerja kita. Umumnya, pihak perguruan tinggi sudah menyediakan form tertentu yang berisi pertanyaan mengenai class rank kita, seberapa lama pengisi mengenal kita, penilaian kemampuan kita dalam menulis, melakukan riset, berbicara, dan lain sebagainya. Selain itu, form recommendation letter juga memberikan kesempatan pada pengisi untuk menuliskan esei tentang diri kita. Recommendation letter dapat dikumpulkan secara online maupun melalui pos. Online recommendation ini dapat memangkas biaya pengiriman pos. Namun, hal ini tampaknya agak mempersulit dosen atau atasan kerja kita dalam pengisiannya. Mereka akan lebih merasa nyaman untuk mengisipaper-based recommendation. Form paper-based recommendation dapat kita peroleh di website perguruan tinggi yang kita dambakan.

Gimana Dapetin Financial Support?

Pada bagian ini aku akan memberikan cara dan saran yang dapat diterapkan untuk memperoleh financial support dari perguruan tinggi idaman. Untuk bisa memperoleh financial support tersebut kita harus mau memberikan waktu, tenaga, pikiran, dan uang dalam perjuangan ini. Memang butuh banyak perjuangan tapi percayalah bahwa jika sukses maka hasilnya insyaAllah akan benar – benar membuat kita bisa bersyukur kegirangan. 
1. Maksimalkan Nilai-Nilai Standardized Test!

Usahakan memperoleh nilai standardized test (TOEFL, GRE, GMAT, MCAT, DAT, LSAT, atau PCAT) yang bagus. Aku hanya akan membahas mengenai TOEFL dan GRE saja karena aku belum punya pengalaman dalam tes GMAT, MCAT, DAT, LSAT, dan PCAT.

Jika kita melamar ke jurusan teknik, untuk memperbesar kesempatan memperoleh financial support sejak semester pertama, kita usahakan untuk memperoleh nilai TOEFL PBT setidaknya 600 yang ekivalen dengan nilai TOEFL IBT 100. Jika kita melamar ke sekolah bisnis/ekonomi, aku sarankan teman – teman untuk memperoleh nilai TOEFL PBT setidaknya 640 ataupun TOEFL IBT minimal 110. Sebagai informasi tambahan, teman – teman dapat memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh financial support melalui jabatanteaching assistant jika memiliki nilai speaking TOEFL IBT setidaknya 25.

Setiap jurusan dan perguruan tinggi Amerika memiliki standard prioritas berbeda–beda dalam mengevaluasi nilai GRE. Umumnya, jurusan teknik lebih memprioritaskan nilai GRE quantitative sedangkan jurusan sastra mungkin lebih memprioritaskan nilai GRE verbal dan analytical writing. Jika kita melamar ke jurusan teknik, usahakan untuk memperoleh nilai GRE quantitative setidaknya 780 dan GRE verbal setidaknya 600.

Acuan nilai TOEFL dan GRE yang aku sebutkan sebelumnya sudah termasuk sangat tinggi sehingga kita dengan percaya diri dapat mendaftar di perguruan tinggi top Amerika jika kita memiliki nilai tersebut.

2. Jalin Hubungan dengan Profesor!

Profesor–profesor di perguruan tinggi Amerika memainkan salah satu peran penting dalam aktivitas penelitian dan perkuliahan. Setiap profesor memegang dana proyek penelitian mereka masing–masing. Umumnya, mereka bekerjasama dengan graduate student untuk mengerjakan penelitian yang ada. Profesor akan bertindak sebagai pembimbing sedangkan graduate student akan melakukan kegiatan lab dan berbagai aktivitas penelitian lainnya. Sebagai imbalan atas hasil kerjanya, graduate student yang berperan sebagai research assistant tersebut akan mendapat financial support. Selanjutnya, profesor–profesor tersebut biasanya juga membutuhkan teaching assistant untuk membantu mereka dalam kegiatan perkuliahan. Financial support juga akan diberkan pada graduate student yang menjadi teaching assistant. Dengan demikian, kita mesti menjalin hubungan dengan profesor pada masa – masa pendaftaran sekolah supaya kita dapat memperoleh financial support sejak awal kuliah. Ingat, jika kita cuek dan tidak meminta financial support pada profesor maka kecil kemungkinan kita untuk mendapatkan financial support.

Salah satu cara yang praktis dalam menjalin hubungan dengan profesor adalah dengan melalui email. Alamat email mereka bisa kita dapatkan di personal page mereka yang terdapat di website jurusan atau departement. Dalam personal page tersebut, mungkin teman – teman akan menemukan istilah Asst. Prof, Assoc. Prof, dan sebagainya. Di bawah ini adalah penjelasan tentang isitlah – istilah tersebut buat teman – teman yang masih merasa asing dengan istilah–istilah tersebut :

  • Assistant Professor (Asst. Prof) adalah posisi jabatan dari perguruan tinggi untuk orang yang masih baru atau belum lama menjadi profesor (profesor muda).
  • Associate Professor (Assoc. Prof) adalah posisi jabatan profesor kelas menengah, yaitu di atas Asst. Prof.
  • Professor (Full Professor) merupakan posisi jabatan yang lebih dikenal dengan istilah guru besar di Indonesia.
  • Emeritus Professor (Eme. Prof) adalah gelar yang diberikan oleh perguruan tinggi kepada seseorangfull professor yang sudah pensiun atas jasa–jasanya bagi perguruan tinggi tersebut. Seorang pensiunan full professor yang tidak mendapatkan emeritus tidak dapat menggunakan gelarprofesornya lagi.

Jangan kecil hati dulu dan takut buat kirim email ke profesor. Mereka baik–baik dan enggak sombong kok. Berikut ini adalah saran–saran dariku untuk menjalin korespondensi dengan profesor:

Pilih profesor yang masih aktif dalam penelitian. Keaktifan mereka bisa kita lihat dari publikasi paper yang terpampang di personal page-nya.

Jika memungkinkan, pilih profesor yang menjadi pembimbingnya dosen kita dulu waktu di Amerika. Dengan demikian, kita bisa informasikan ke profesor tersebut bahwa kita adalah murid dari mahasiswa bimbingannya dulu.

Jika kita kirim email kepada profesor–profesor dari departement dan perguruan tinggi yang sama, kita kirim email kepada beberapa profesor dulu. Kalau tidak dapat tanggapan maka kita bisa kirim email lagi ke beberapa profesor lainnya dari department dan perguruan tinggi tersebut. Email pertama kita untuk mereka berisi perkenalan diri singkat dan padat. Kita dapat memberi judul atau subject Prospective Student” untuk email tersebut.

Di bawah ini aku kasih contoh Email Pertama 1 dan Email Pertama 2 untuk memulai pendekatan dengan profesor. Dalam Email Pertama 1, Si prospective student memiliki link dari dosennya sehingga dia dapat mencantumkan nama – nama dosennya yang dulunya merupakan mahasiswa bimbingannya profesor Amerika. Selanjutnya, Si prospective student mengirimkan Email Pertama 2 kepada profesor yang sama sekali belum ada hubungan dengannya. Jika email pertama kita mendapat balasan dari profesor, kita dapat memulai untuk berdiskusi dengannya dalam email selanjutnya. Topik diskusi dapat kita ambil dari publikasi paper-nya. Contoh balasan email tersebut dapat dilihat dalam Email Kedua. Dalam email tersebut, kita dapat memulai menggunakan nama belakangnya saja dalam salam pembuka. Hal ini ditujukan untuk menghindari kekakuan dan menambah kedekatan kita dengan profesor.

Selanjutnya, jalin korespondensi terus dan jangan sampai balas–balasan email tersebut diputuskan atau disudahi oleh profesor. Kita dapat membuat balas–balasan terus terjadi dengan membuat diskusi yang menarik. Jika topik diskusi dari satu paper sudah habis maka kita bisa mencari topik diskusi dari paper-nya yang lain. Kalau profesor bertanya kepada kita dalam email balasannya maka segera mungkin kita balas. Namun, jika tidak ada pertanyaan dalam email balasannya maka kita bisa memberi jeda beberapa hari untuk menulis email selanjutnya.

Setelah beberapa kali balas–balasan email dan kita merasa cocok serta ada peluang untuk menyatakan cinta eh salah…maksudku jika kita sudah merasa ada peluang untuk bisa bekerja di bawah bimbingannya maka segera kita nyatakan saja perasaan kita pada profesor tersebut.      Kita dapat mengacu pada Email Penembakan untuk menyatakan perasaan kita. Email ini dapat diberi judul “Research Assistant Possibility”. Jangan lupa sertakan CV dan statemen of purpose kita dalam email ini.

Umumnya, profesor–profesor juga akan mengajak kita interview melalui telpon ataupun video call. Hal ini mengindikasikan bahwa kemungkinan besar financial support insyaAllah akan kita dapatkan. Misi utama kita dalam interview tersebut adalah supaya semuanya berjalan lancar dan mulus, dan teman–teman dapat financial support.

Berikut ini aku tuliskan beberapa saran untuk menghadapi interview tersebut:

  1. Buat catatan ringkas tentang riset profesor, minat riset kita, alasan kita menyukai riset profesor tersebut, alasan kita memilih perguruan tinggi tersebut, dan kuliah yang sudah kita ambil.
  2. Kita mesti percaya diri tapi jangan sombong. Jangan malu dan tegang.
  3. “You and me” kita selevel dengan profesor. Namun, tetap ingat untuk sopan. Panggil beliau dengan “Doktor” + nama belakangnya supaya tidak kaku.
  4. Pada saat bicara dengan profesor, yakinkan teman – teman sudah pasti akan ke perguruan tingginya kalau diterima. Katakan “I really want to work with you” “I find your work very interesting and I look forward to doing research in (topik risetnya)”.
  5. Jika kita ditanya apakah masih mempertimbangkan/menginginkan profesor, riset, dan perguruan tinggi lain, jawabannya adalah “NO”.
  6. Hindari “kondisi hening” atau tanpa kata dalam interview. Jika kita kehabisan pertanyaan dan bingung kita dapat menanyakan kepada profesor hal–hal umum tentang riset atau research assistantship,
  7. misalnya kita tanya tanggal mulai riset, sponsor riset, partner kolaborasi dalam riset, dan jangan tanya durasi riset.
  8. Jangan pernah berbicara apapun yang berbau negatif, misalnya tentang Indonesia ataupun sistem kuliah kita.
  9. Jangan mengatakan bahwa kita mau bekerja di Amerika setelah selesai kuliah. Namun, katakan bahwa kita ingin kembali ke Indonesia untuk berkarir di bidang akademik.
  10.  Jangan minta keputusan dari profesor apakah kita diterima atau tidak.
  11. Kalau sudah akhir–akhir interview katakan “Please let me know if there is anything else you need from me
  12. Kalau sudah selesai interview katakan “Thank you very much for this opportunity“.

 

Contoh Email Pertama

Dear Prof. Roman Hryciw,

Hi, my name is Suharno and I am planning to apply to the University of Michigan’s graduate program for fall 2009 entrance. I am currently working on unsaturated soil research at China’s Tsinghua University. Previously, I worked with Dr. Masyhur Irsyam and Dr. Endra Susila at Indonesia’s Bandung Institute of Technology (ITB) for several years. Dr. Irsyam was my adviser during my study at ITB, where I graduated cum laude in 2006.

I received my undergraduate degree from ITB’s geotechnical program, writing my thesis on the “Development of Machine Foundation Analysis Software”. I was the teaching assistant for Soil Mechanics, Marine Geotechnical Engineering, and Soil Dynamics & Geotechnical Earthquake Engineering. I worked with Dr. Masyhur Irsyam and Dr. Endra Susila at ITB’s geotechnical consulting firm, and I also worked with Dr. Irsyam on his academic research projects. In collaboration with Dr. Irsyam, I published several papers and a book titled “Soil Dynamics and Machine Foundation” during this time.

I have heard great things from Dr. Irsyam and Dr. Susila about the graduate research opportunities at UM, and I am very interested in learning more about your department. What geotechnical research topics are of great interests there? Which aspects of the field does the department focus most on? Are research opportunities available to MS students? Also, does the department offer an MS to PhD program? What are the requirements and possibilities for me to continue my studies to the PhD?

Thank you very much for your time and concern, and I hope this email finds you well.

Best Regards,

SUMBER : http://motivasibeasiswa.org/2013/02/07/andhika-sahadewa-langkah-langkah-dapetin-beasiswa-ke-amerika/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s